Peringatan: artikel ini mengandung spoiler Archon Quest Genshin Impact Versi 7.0.
Hubungan Odette dan La Signora ternyata jauh lebih rumit daripada sekadar murid dan mentor. Archon Quest 7.0 memperlihatkan bahwa Rosalyne merupakan sosok yang membentuk Odette, baik sebagai prima ballerina maupun anggota Fatui. Namun, pendidikan tersebut juga meninggalkan luka yang belum benar-benar selesai.
La Signora Adalah Mentor yang Membentuk Odette

Sebelum dikenal sebagai prima ballerina Korolevskiy Troupe, Odette berlatih langsung di bawah Rosalyne. La Signora mengajarinya menari sekaligus menempanya melalui latihan Fatui yang sangat keras.
Bimbingan itu membawa Odette menuju panggung tertinggi. Gerakannya yang anggun, dingin, dan presisi bukan muncul secara kebetulan. Semua merupakan hasil disiplin ekstrem dari sang mentor.
Karena itulah, hubungan Odette dan La Signora tidak bisa disebut sepenuhnya buruk. Odette menyadari bahwa sebagian besar pencapaiannya lahir dari didikan Rosalyne. Namun, rasa terima kasih tersebut selalu berjalan berdampingan dengan trauma.
Untuk mengenal kemampuan sang ballerina di medan tempur, baca juga pembahasan skill dan elemen Odette.
Latihan Keras yang Melahirkan Kebencian
Archon Quest 7.0 mengungkap bahwa latihan Odette penuh dengan rasa dingin, sakit, kelelahan, cedera, bahkan penyakit. La Signora menuntut kesempurnaan tanpa memberi banyak ruang bagi kelemahan.
Odette pun pernah benar-benar membenci mentornya. Saat itu, impiannya cukup sederhana: menjadi ballerina sukses, mendapatkan uang untuk membantu ibunya, kemudian meninggalkan Rosalyne dan Fatui.
Bagian ini membuat karakter La Signora terasa semakin kompleks. Ia memang berjasa, tetapi caranya mendidik Odette jelas destruktif. Rosalyne tidak hadir sebagai mentor lembut. Ia mempersiapkan muridnya untuk bertahan dalam dunia Snezhnaya yang kejam, meski harus mengorbankan masa kecil dan rasa aman Odette.
Kematian Rosalyne Mengubah Segalanya

Momen paling emosional muncul ketika Odette mengetahui bahwa Traveler adalah orang yang mengalahkan La Signora di Inazuma. Reaksinya tidak sekadar marah atau ingin membalas dendam. Odette justru terlihat berhadapan dengan perasaan yang selama ini belum mampu ia pahami.
Setelah Rosalyne tiada, Odette baru menyadari bahwa kebencian mereka mungkin menyembunyikan bentuk kepedulian yang tidak pernah diucapkan. Cor Ignis yang masih disimpannya menjadi simbol luka, kesalahpahaman, sekaligus ikatan terakhir dengan sang mentor.
Odette sebenarnya mampu menghancurkan benda tersebut. Namun, jika ia melakukannya, seluruh penderitaan dan pemahaman yang datang terlambat akan terasa sia-sia. Di sinilah hubungan mereka berubah menjadi tragedi: keduanya baru saling memahami ketika salah satunya sudah tidak bisa kembali.
Baca pula kisah kedekatan Rosalyne dan para Harbinger untuk melihat sisi manusiawi La Signora di luar perannya sebagai musuh Traveler.
Apakah Odette Akan Menjadi La Signora Berikutnya?
Odette disebut sebagai kandidat kuat untuk mewarisi kursi Harbinger yang ditinggalkan mentornya. Namun, menjadi penerus La Signora bukan berarti ia harus berubah menjadi Rosalyne kedua.
Justru, konflik terbesar Odette adalah menentukan warisan mana yang ingin ia pertahankan. Ia bisa meneruskan keteguhan dan kekuatan Rosalyne, atau mengulangi kekejaman yang pernah menghancurkan dirinya.
Pada akhirnya, hubungan Odette dan La Signora adalah kisah tentang cinta yang tidak pernah memiliki bahasa yang sehat. Rosalyne membentuk Odette, tetapi juga melukainya. Odette membenci Rosalyne, tetapi tidak sanggup benar-benar melepaskannya. Kini, panggung Snezhnaya menunggu pilihan terakhir sang ballerina.