Categories: IslamiPuasa
| On 3 minggu ago

Niat Mandi Wajib di Bulan Ramadhan

Niat Mandi Wajib di Bulan Ramadhan pada umat Islam diperintah untuk bersihkan diri dengan mandi wajib. Proses ini mempunyai tujuan untuk menyucikan diri, pemikiran, hati untuk menghadap Tuhan pada kondisi suci. Mandi Wajib juga dikenal bernama lain berbentuk mandi mandi junub atau besar. Mandi umumnya dilaksanakan sesudah jalinan intim, sesudah ejakulasi dan sesudah haid dan melahirkan untuk wanita.

Tata langkah mandi junub ialah membersihkan semua badan sama air diawali dengan niat. Tujuan dari kamar mandi wajib ialah suatu hal yang membandingkan kamar mandi wajib dengan kamar mandi biasa. Niat dapat diutarakan secara lisan. Itu dapat disampaikan dengan bahasa indonesia atau arab. Niat ini disebut sekalian jika air pertama kalinya dipercikkan ke badan.

Niat Mandi Wajib di Bulan Ramadhan

Niat

Doa mandi mesti berakhir terjalin suami istri

Nawaitul Ghusla Liraf’il Hadatsil Akbari Fardhan Lillaahi Ta’aala.

Maknanya: Saya kemauan mandi buat menyingkirkan hadats besar, fardhu karena Allah ta’ala.

Doa mandi mesti berakhir berhentinya darah nifas

“Nawaitul Ghusla Lirafil Hadatsil Nifasi Lillahi Ta’ala.”

Maknanya : “Saya kemauan mandi penting buat mensucikan hadas besar dari nifas karena Allah ta’ala”

Doa mandi mesti berakhir mada haid

“Nawaitul Ghusla Lifraf il Hadatsil Haidil Lillahi Ta’ala.”

Maknanya :”Saya kemauan mandi penting buat mensucikan hadas besar dari haid karena Allah Ta’ala.”

Tata Cara

  • Niat.
  • Utamakan konsumsi air untuk berwudhu yakni saat sebelum mandi disunahkan untuk berwudhu ditambah dulu.
  • Menghadap Kiblat sekalian mandi dan memprioritaskan segi kanan daripada kiri.
  • Katakan “Bismillahirrahmaanirrahiim” pada awal mandi.
  • Bersihkan semua badan sama air, yakni siramkan air ke semua kulit dan rambut.
  • Prioritaskan membersihkan semua kotoran dan najis dari semua badan.
  • Bersihkan tubuh sampai tiga kali.
  • Baca doa langkah membaca doa sesudah wudhu.

Apa di saat bulan puasa tidak tutup peluang ada pasangan suami istri yang terkait tubuh atau sex saat malam hari, selanjutnya tertidur dan cuman mandi junub sesudah imsak? Apa perlakuan itu syah atau menggagalkan puasa?

Dari ‘A’ishah radhiyallahu’ anha beliau bersabda, “Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menemui waktu subuh pada bulan Ramadhan pada kondisi junub bukan lantaran mimpi basah, lalu beliau Shallallahu’ alaihi wa sallam masih berpuasa dan mandi.” (HR Bukhari dan Muslim).

Dari hadits di atas, beberapa ulama mengaitkan jika hukum mandi Junub sesudah imsak ialah mubah. Bahkan juga beberapa ulama menjelaskan jika mandi Junub dapat usai sampai subuh, tetapi saat shalat tentu saja harus pada kondisi suci.

Lantas bagaimanakah puasa orang yang mandi junub sesudah imsak?

Seperti diterangkan di atas, Rasulullah Saw biasa mandi Junub saat subuh dan masih berpuasa, tak perlu mengqadha.

Keaslian puasa saat mandi Junub sesudah imsak ditekankan lagi dalam salah satunya hadits yang diriwayatkan oleh Imam Malik dan AL-Muwathatha ‘:

Dari A’ishah radhiyallahu ‘anha: “Seorang lelaki stop di depan pintu dan berbicara ke Nabi Shallallahu’ alaihi wasallam – sementara saya sedang dengarkan, ‘Ya Rasulullah, saya masih Junub saat fajar mendekati, walau sebenarnya saya ingin berpuasa. ‘ Selanjutnya Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,’ Saya di tengah-tengah pagi junub dan ingin berpuasa karena itu saya berpuasa dan mandi.

Pria itu berbicara kembali, “Ya Rasulullah, Anda tidak seperti kami. Allah sudah memaafkan dosa periode periode depanmu dan lalu.” Rasulullah Shallallahu “alaihi wasallam geram, dan berbicara,” Untuk Allah! Saya benar-benar mengharap jadi orang yang paling takut ke Allah dibanding kalian semua. Saya tahu ketentuan yang dapat membuat saya bertakwa.”

This website uses cookies.

Read More