Beranda » E-Sports » Coach Khezcute Rehat, Ini Perjalanannya Bersama RRQ

Coach Khezcute Rehat, Ini Perjalanannya Bersama RRQ

Coach Khezcute akan rehat sejenak dari skena kompetitif esports Mobile Legends Bang Bang. Team RRQ menyampaikan kabar tersebut melalui pengumuman resmi yang juga memuat apresiasi atas dedikasi serta kontribusinya selama menangani divisi MLBB.

Keputusan ini menutup satu fase penting dalam perjalanan RRQ Hoshi. Bersama Khezcute, Sang Raja sempat kembali menguasai musim reguler, melaju ke dua grand final MPL Indonesia secara berturut turut, dan bermain di dua turnamen internasional besar.

Namun, periode tersebut juga menyisakan cerita tentang kesempatan juara yang terlepas, penurunan performa, serta kegagalan lolos playoff selama dua musim terakhir. Karena itu, perjalanan Khezcute bersama RRQ tidak bisa dinilai hanya dari satu musim buruk.

RRQ Umumkan Coach Khezcute Rehat

Dalam pengumumannya, manajemen RRQ menyebut Khezcute akan rehat sejenak dari skena kompetitif esports Mobile Legends Bang Bang. Organisasi tersebut juga mengucapkan terima kasih atas dedikasi dan kontribusi yang telah ia berikan.

Kata rehat memiliki arti penting dalam kabar ini. RRQ tidak menyebut keputusan tersebut sebagai akhir permanen dari karier Khezcute. Dengan demikian, peluang untuk melihatnya kembali dalam ekosistem kompetitif MLBB masih terbuka.

Absennya Khezcute sekaligus menandai perubahan besar di jajaran pelatih RRQ Hoshi. Untuk MPL ID Season 18, RRQ menunjuk Adi sebagai pelatih kepala dan Caleb sebagai asisten pelatih. Struktur baru itu mendampingi komposisi pemain yang juga mengalami sejumlah perubahan.

Pembaca dapat melihat susunan baru Sang Raja melalui ulasan mengenai roster RRQ MPL ID Season 18 dan peran baru Sutsujin.

Awal Perjalanan Khezcute Sebelum Bergabung dengan RRQ

Sebelum menekuni MLBB, Khezcute membangun reputasi di ranah Dota 2. Ia pernah menjadi kapten divisi Dota 2 BOOM Esports dari 2018 sampai 2021. Peran tersebut membentuk kemampuannya dalam membaca permainan, menyusun strategi, serta mengelola pemain di tengah tekanan kompetisi.

Setelah meninggalkan karier sebagai pemain, Khezcute mencoba jalur kepelatihan di MLBB. Kesempatan besar pertamanya datang bersama Pajajaran Esports. Ia membawa tim tersebut menjuarai Liga Esports Nasional 2023 setelah menang 3 lawan 1 atas Borneo FC Esports pada partai puncak.

Prestasi tersebut membuka pintu menuju MPL Indonesia. Bigetron Alpha merekrutnya untuk MPL ID Season 13. Pada musim debutnya di liga tertinggi, ia membawa Bigetron menempati puncak klasemen musim reguler dengan catatan 13 kemenangan dan tiga kekalahan.

Sayangnya, dominasi itu tidak berlanjut di playoff. Bigetron Alpha kalah 1 lawan 3 dari EVOS Glory, lalu takluk 0 lawan 3 dari Geek Fam ID. Hasil tersebut membuat Bigetron mengakhiri MPL ID Season 13 di posisi keempat.

Pola antara kesuksesan musim reguler dan kesulitan saat playoff kelak kembali muncul dalam perjalanan Khezcute bersama RRQ.

Khezcute Bergabung dengan RRQ Hoshi pada 2024

Team RRQ mengumumkan kedatangan Khezcute sebagai pelatih dan NMM sebagai analis pada 16 Juli 2024. Keduanya datang setelah membantu Bigetron Alpha meraih posisi pertama pada musim reguler MPL ID Season 13.

Tantangan yang menunggu tidak ringan. RRQ Hoshi membutuhkan identitas baru setelah melewati periode yang kurang meyakinkan. Tim juga mempromosikan beberapa pemain dari jalur pengembangan, termasuk Dyrennn, Idok, dan Rinzz.

Khezcute tidak sekadar menangani pemain berpengalaman. Ia juga harus menyatukan pemain muda dengan pilar lama, membentuk komunikasi, serta menciptakan sistem permainan yang mampu bersaing dengan tim papan atas.

Hasilnya terlihat sejak MPL ID Season 14.

MPL ID Season 14 Membuka Harapan Baru

Pada MPL ID Season 14, RRQ Hoshi mencatat 13 kemenangan dan tiga kekalahan dalam musim reguler. Tim mengumpulkan 28 kemenangan gim dan hanya menelan 11 kekalahan gim. Catatan tersebut membawa RRQ ke puncak klasemen.

Pencapaian ini mempertegas kemampuan Khezcute dalam membangun tim yang konsisten sepanjang musim reguler. Ia mampu mengoptimalkan pemain yang baru naik dari MDL dan menggabungkannya dengan pengalaman pemain senior.

Pada babak playoff, RRQ menang 3 lawan 1 atas Geek Fam ID. Sang Raja kemudian mengalahkan Team Liquid ID dengan skor 3 lawan 2 pada final upper bracket.

Kemenangan itu membawa RRQ Hoshi ke grand final sekaligus mengamankan tiket menuju M6 World Championship. Namun, Team Liquid ID membalas kekalahan sebelumnya dan merebut gelar MPL ID Season 14 lewat kemenangan tipis 4 lawan 3. RRQ pun harus menerima status runner up.

Hasil itu tetap menunjukkan lompatan besar. Dalam satu musim, Khezcute membawa RRQ kembali ke partai puncak dan panggung dunia. Akan tetapi, kekalahan dalam gim ketujuh juga menjadi awal dari rangkaian kesempatan juara yang belum mampu mereka tuntaskan.

Perjalanan RRQ di M6 World Championship

Status runner up MPL ID Season 14 memberi RRQ Hoshi tiket menuju M6 World Championship 2024. Turnamen tersebut menjadi ujian internasional pertama Khezcute sebagai pelatih RRQ.

Sang Raja mampu melewati fase awal dan melaju hingga babak knockout. Namun, perjalanan RRQ berakhir pada posisi kelima sampai keenam setelah kalah 1 lawan 3 dari Selangor Red Giants.

Hasil tersebut memiliki dua sisi. RRQ membuktikan bahwa tim hasil pembangunan ulang mampu bersaing di panggung dunia. Namun, tim belum sanggup menembus empat besar dan kembali gagal mengubah momentum menjadi trofi.

RRQ Kembali Menjadi Runner Up pada MPL ID Season 15

Khezcute dan RRQ Hoshi mempertahankan konsistensi pada MPL ID Season 15. Sang Raja memimpin musim reguler dengan rekor 12 kemenangan dan empat kekalahan. Mereka mengoleksi 25 kemenangan gim serta 14 kekalahan gim.

Pencapaian itu membuat Khezcute mencatat prestasi langka. Sejak debutnya di MPL ID Season 13 sampai Season 15, tim yang ia latih selalu menempati posisi pertama pada musim reguler. Rangkaian tersebut mencakup satu musim bersama Bigetron Alpha dan dua musim bersama RRQ Hoshi.

Tiga Kali Menguasai Musim Reguler MPL Indonesia

Konsistensi selama tiga musim menunjukkan bahwa Khezcute memiliki kemampuan kuat dalam membangun sistem jangka panjang. Musim reguler menuntut tim untuk menghadapi beragam gaya lawan, perubahan patch, dan jadwal kompetisi yang panjang.

Namun, playoff kembali menghadirkan tantangan berbeda.

RRQ Hoshi kembali mencapai grand final MPL ID Season 15 dan menghadapi ONIC. RRQ sempat bangkit dari ketertinggalan dua gim dan berbalik unggul 3 lawan 2. ONIC kemudian merebut dua gim terakhir dan menang 4 lawan 3.

Dua Final MPL Indonesia Berturut Turut

Dua penampilan beruntun di grand final jelas menjadi pencapaian besar. Tidak banyak pelatih yang mampu membawa tim menjalani dua musim konsisten di tengah perubahan meta dan ketatnya persaingan MPL Indonesia.

Namun, dua kekalahan dengan skor 3 lawan 4 juga memperlihatkan batas yang belum berhasil dilewati. RRQ tinggal membutuhkan satu kemenangan gim untuk menjadi juara pada kedua final tersebut, tetapi mereka selalu kehilangan momentum pada titik paling menentukan.

Kegagalan di MSC 2025 Menjadi Peringatan

draft khezcute rrq mlbb mpl indonesia

Status finalis MPL ID Season 15 membawa RRQ menuju Mid Season Cup 2025. Sang Raja lolos dari fase grup dan menghadapi Selangor Red Giants pada perempat final.

Pertandingan berjalan sampai gim kelima. RRQ memenangi gim pertama dan keempat, tetapi SRG menguasai gim penentuan. RRQ akhirnya kalah 2 lawan 3 dan menutup turnamen pada posisi kelima sampai kedelapan.

Selepas pertandingan, Khezcute menilai para pemain tampil baik secara individu, tetapi belum bermain sebagai satu tim seperti yang mereka tunjukkan saat latihan. Ia juga menegaskan tidak menyesali pilihan menghadapi SRG.

Komentar tersebut menggambarkan masalah yang mulai menguat. RRQ memiliki kualitas individu dan persiapan yang menjanjikan, tetapi eksekusi pada pertandingan penting belum selalu selaras.

Penurunan RRQ pada MPL ID Season 16

Setelah dua kali tampil di grand final, RRQ Hoshi mengalami penurunan tajam pada MPL ID Season 16. Tim mengakhiri musim di posisi ketujuh dan gagal lolos ke playoff.

Kegagalan tersebut menjadi pukulan besar karena RRQ sebelumnya mampu menjaga tempat di papan atas. Masalahnya tidak lagi sebatas ketidakmampuan memenangkan final. Sang Raja bahkan kehilangan kesempatan untuk berkompetisi pada fase playoff.

Perubahan pemain, adaptasi meta, hasil draft, dan konsistensi eksekusi ikut memengaruhi perjalanan tim. Namun, pelatih tetap memegang tanggung jawab dalam membangun sistem yang mampu mengeluarkan kemampuan terbaik seluruh roster.

MPL ID Season 17 Menjadi Titik Terendah

RRQ Hoshi mempertahankan Khezcute pada MPL ID Season 17. NMM mendampinginya sebagai asisten pelatih, sedangkan Pauuu mengisi posisi analis.

Harapan untuk bangkit justru berujung pada musim terburuk RRQ. Tim hanya mencatat dua kemenangan dan 14 kekalahan selama musim reguler. Hasil tersebut menempatkan RRQ di posisi kesembilan sekaligus membuat mereka kembali gagal lolos playoff.

Belum Berhasil Menghadirkan Trofi Utama

Selama menangani RRQ, Khezcute berhasil membawa tim ke puncak musim reguler sebanyak dua kali. Ia juga mengantar Sang Raja menuju dua grand final MPL Indonesia, M6 World Championship, dan MSC 2025.

Meski demikian, tidak ada trofi utama yang hadir selama periode tersebut. RRQ kalah dalam dua grand final MPL, terhenti sebelum semifinal M6, tersingkir pada perempat final MSC, lalu gagal masuk playoff MPL ID selama dua musim berturut turut.

Rangkaian hasil itu menjadi bagian kegagalan yang perlu masuk dalam penilaian. Namun, konteks perjalanan secara keseluruhan juga penting. Khezcute pernah memulihkan daya saing RRQ, mengembangkan pemain muda, dan membawa tim kembali mendekati gelar juara.

Warisan Khezcute Selama Melatih RRQ

Masa kepelatihan Khezcute meninggalkan warisan yang lebih luas daripada hasil akhir turnamen.

Regenerasi dan Identitas Permainan RRQ

Khezcute datang saat RRQ mencoba membangun generasi baru. Pemain seperti Rinzz, Idok, Dyrennn, dan Sutsujin memperoleh ruang penting dalam sistem tim.

Ia juga membawa pendekatan analitis yang terbentuk dari pengalamannya sebagai kapten Dota 2. Pada periode terbaiknya, RRQ mampu mengontrol musim reguler, menyesuaikan strategi dengan patch, dan menunjukkan pilihan draft yang fleksibel.

Beberapa fondasi tersebut masih terlihat dalam komposisi RRQ terbaru. Pemain seperti Idok, Rinz, dan Sutsujin kembali masuk rencana tim untuk MPL ID Season 18, meski Sutsujin kini menempati peran baru sebagai pemain Gold Lane.

Perubahan tidak hanya terjadi di Indonesia. Organisasi juga menata skuad lainnya untuk musim baru. Termasuk pengumuman resmi roster RRQ Tora di MPL Malaysia.

Rehat Bukan Akhir Perjalanan Khezcute

Perjalanan Khezcute bersama RRQ Hoshi menghadirkan dua wajah yang kontras. Ia pernah mengembalikan Sang Raja ke puncak musim reguler, membawa roster muda menuju dua final MPL, serta membuka jalan ke M6 dan MSC.

Pada saat yang sama, ia belum berhasil mempersembahkan trofi utama. Dua kekalahan tipis di grand final kemudian berubah menjadi dua musim tanpa playoff. MPL ID Season 17 akhirnya menjadi titik terendah dengan posisi kesembilan.

Karena itu, masa kepelatihan Khezcute tidak tepat jika hanya disebut sukses atau gagal. Ia berhasil membangun RRQ menjadi penantang gelar, tetapi tidak mampu menyelesaikan perjalanan tersebut dengan kejuaraan. Ia juga menunjukkan konsistensi luar biasa sebelum kehilangan jawaban ketika performa tim terus menurun.

Kini, Khezcute memilih rehat dari skena kompetitif esports MLBB. Waktu rehat dapat memberinya ruang untuk mengevaluasi perjalanan, memulihkan energi, serta melihat kompetisi dari sudut yang berbeda.

Bagi RRQ Hoshi, pergantian pelatih membuka babak baru. Bagi Khezcute, keputusan ini belum tentu menjadi penutup. Rekam jejaknya menunjukkan bahwa ia masih memiliki pengetahuan, pengalaman, dan kapasitas untuk kembali saat waktunya tepat.

Ditulis Oleh

Edi Pramono

Gamer kasual sekaligus antusias esports yang selalu haus akan update terbaru di industri game. Sebagai penulis utama di UNCUT Media (b-uncut.net) dan PRABUSHARE (prabushare.com), saya mendedikasikan waktu untuk membedah strategi mendalam serta perkembangan kompetitif permainan global

Berita lainnya