ONIC Esports kembali menegaskan dominasi mutlak mereka atas RRQ dalam lanjutan babak Regular Season MPL ID S18. Sang Landak Kuning menggilas RRQ dua game tanpa balas dalam format laga Best of Three.
Pertandingan klasik ini membuktikan bahwa racikan strategi ONIC masih terlalu tangguh untuk Hajirin dan rekan satu timnya. Kemenangan manis ini makin memperpanjang rekor impresif head to head kedua tim di panggung MPL. ONIC tercatat mengantongi rekor delapan kali kemenangan beruntun atas RRQ sejak MPL ID S15.
Dominasi Mutlak ONIC dan Rekor Pertemuan

Kedua tim masuk ke arena dengan tensi tinggi, namun ONIC memperlihatkan kelas yang berbeda. Kehadiran figur penting di balik layar seperti saat Baloyskie resmi bergabung ONIC Esports coaching staff semakin mematangkan struktur permainan sang juara bertahan. Racikan taktik yang disiplin membuat para pemain ONIC mampu membaca setiap manuver lawan secara presisi. Kemenangan dua nol ini bukan sekadar menambah poin di tabel klasemen, melainkan juga menegaskan kedudukan ONIC sebagai penguasa derby klasik Mobile Legends Indonesia.
Highlight Pertandingan: Snowball Cepat hingga Pertempuran 30 Menit
Game Pertama: Agresi Total dan Gap Gold 12K

ONIC langsung mengambil alih kendali sejak awal pertempuran pada game pertama. Mereka menguasai area early game dengan sangat dominan serta mengamankan tiga kali objektif Turtle tanpa perlawanan berarti. Efek dominasi ini memicu snowballing yang semakin membesar karena ONIC terus menekan area farming milik RRQ. Rencana permainan agresif ini mengunci pergerakan para pemain RRQ hingga selisih gold membengkak mencapai 12 ribu. Tanpa memberikan ruang bernapas bagi lawan, ONIC menutup game pertama hanya dalam durasi 12 menit.
Game Kedua: Tembok Pertahanan RRQ dan Penyelesaian Akhir

Memasuki game kedua, ONIC menyelesaikan laga Best of Three ini dengan skor akhir dua nol, meski pertempuran berjalan jauh lebih alot. ONIC sebenarnya memegang kendali di berbagai lini, mulai dari menyapu bersih tiga objektif Turtle, memimpin selisih gold yang jomplang, hingga mengunggulkan jumlah kill. Namun, RRQ memperlihatkan daya tahan yang luar biasa di area pertahanan mereka. Benteng kokoh RRQ membuat ONIC amat kesulitan memungkas laga hingga memaksa pertandingan berjalan sampai durasi 30 menit sebelum akhirnya ONIC berhasil menghancurkan Base lawan.
Implikasi Klasemen dan Laga Sengit Kontra BTR
Berbekal kemenangan krusial ini, ONIC menatap tantangan yang lebih berat pada laga berikutnya. Sesuai dengan jadwal MPL ID S18 week 2, ONIC bakal berhadapan dengan sang juara Games of the Future serta jawara MPL S17 yaitu BTR besok pukul 17:00 WIB. Laga ini menjadi pembuktian sesungguhnya bagi ONIC karena BTR sedang berada di puncak performa setelah BTR juara Games of the Future 2026. Konsistensi permainan ONIC akan mendapat ujian berat dari tim yang sedang memegang status penguasa turnamen internasional tersebut.
Mampukah RRQ Bangkit?
Kondisi berbalik justru menimpa kubu RRQ setelah mengalami kekalahan telak ini. RRQ sudah tidak memiliki jadwal pertandingan tersisa pada babak Regular Season minggu kedua. Performa mereka dalam dua minggu awal kompetisi ini terbilang cukup mengkhawatirkan karena mereka hanya memetik satu kemenangan dan telah menelan dua kali kekalahan. Hasil minus ini menuntut evaluasi mendalam dari jajaran pelatih serta manajemen tim agar tidak semakin terpuruk.
RRQ harus segera membenahi koordinasi dan pola permainan mereka jika ingin melangkah jauh hingga ke lokasi playoff MPL ID Season 18 Surabaya. Apabila RRQ gagal menemukan bentuk permainan terbaik mereka pada minggu berikutnya, bukan tidak mungkin sejarah kelam akan berulang. Akankah RRQ mampu bangkit pada pertandingan mendatang, ataukah mereka justru mengulang kisah pilu gagal menembus babak playoff untuk ketiga kalinya secara beruntun dalam babak hasil ONIC vs RRQ MPL ID S18 ini?