Team Liquid ID kembali memasuki persaingan MPL Indonesia dengan fondasi yang lebih stabil. Setelah menutup MPL ID S17 sebagai tim terbaik kedua pada regular season dan finis di posisi keempat pada babak playoff, TLID memilih penyegaran terukur untuk MPL ID S18.
TLID mempertahankan sebagian besar pemain yang membawa tim tampil kompetitif pada musim lalu. Manajemen hanya menambahkan Anaver sebagai pilihan di mid lane dan memberikan posisi gold lane kepada Keven. Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa TLID tidak ingin memulai pembangunan tim dari nol.
Menjelang musim baru, kalian juga dapat melihat bagaimana tim lain memperbarui komposisinya melalui artikel roster EVOS MPL ID S18. Perbandingan antarroster penting karena persaingan MPL ID S18 tidak hanya bergantung pada kemampuan mekanik, tetapi juga pada kecocokan pemain dengan sistem permainan tim.
Daftar Roster Team Liquid ID MPL ID S18
Berdasarkan pengumuman roster resmi dan gambar susunan tim, Team Liquid ID membawa enam pemain. Lima nama masuk ke dalam komposisi utama, sedangkan satu nama menjadi opsi tambahan untuk mid lane.
Pemain utama Team Liquid ID
- Aran sebagai EXP laner sekaligus kapten
- Kevin sebagai jungler
- Drichel sebagai mid laner
- Keven sebagai gold laner
- Lyoni sebagai roamer
Pemain cadangan
- Anaver sebagai mid laner
- Status pada gambar roster mencantumkan kode DNP
Staf pelatih
- Honjaw sebagai head coach
- Facehugger sebagai analis
Susunan tersebut juga muncul dalam pengumuman roster TLID. Pengumuman itu menempatkan Aran di EXP lane, Kevin di jungle, Drichel dan Anaver di mid lane, Keven di gold lane, serta Lyoni sebagai roamer.
Komposisi ini mempertahankan empat elemen penting dari S17, yaitu Aran, Kevin, Drichel, dan Lyoni. TLID pun memiliki modal chemistry yang lebih baik daripada tim yang melakukan perombakan menyeluruh.
Perjalanan Team Liquid ID di MPL ID S17

Performa Team Liquid ID pada S17 memberi alasan kuat untuk menempatkan TLID sebagai salah satu calon tim papan atas. Mereka tidak mengakhiri musim dengan gelar, tetapi perkembangan tim sepanjang regular season menunjukkan arah yang positif.
Finis kedua pada regular season
TLID menutup regular season MPL ID S17 di peringkat kedua. Mereka mencatat 10 kemenangan dan 6 kekalahan dalam pertandingan, dengan rekor gim 21 kemenangan dan 16 kekalahan. Catatan tersebut menghasilkan selisih gim positif 5.
Hasil itu menempatkan TLID tepat di bawah ONIC yang memimpin klasemen dengan rekor pertandingan 13 kemenangan dan 3 kekalahan. Posisi kedua memberi TLID jalur yang menguntungkan menuju fase playoff.
TLID juga memperlihatkan peningkatan momentum menjelang penutupan regular season. Pada pekan terakhir, mereka meraih dua kemenangan dengan skor 2 lawan 0 atas Alter Ego dan Geek Fam. Rotasi yang semakin rapi dan variasi draft membantu TLID merebut unggulan kedua.
Kemenangan bersih pada momen krusial memperlihatkan satu kualitas penting. TLID mampu mengelola tekanan ketika posisi upper bracket menjadi taruhan. Tim tidak sekadar mengandalkan keunggulan mekanik, tetapi juga mampu menentukan tempo dan mengubah draft sesuai karakter lawan.
Langkah TLID terhenti di posisi keempat
Performa kuat pada regular season belum menghasilkan pencapaian yang sama pada playoff. Team Liquid ID mengakhiri MPL ID S17 di posisi keempat setelah kalah 0 lawan 3 dari Bigetron by Vitality.
Hasil tersebut memperlihatkan celah antara konsistensi liga dan ketahanan dalam seri playoff. Format playoff menuntut penyesuaian draft yang lebih cepat karena setiap tim dapat mempelajari pola lawan secara lebih mendalam.
TLID tampil cukup efektif ketika bisa mengontrol tempo. Namun, kekalahan telak pada pertandingan penentuan mengindikasikan bahwa tim masih membutuhkan rencana cadangan saat strategi utama tidak berjalan. Masalah ini menjadi salah satu pekerjaan terbesar bagi Honjaw menjelang S18.
Penghargaan yang menegaskan kualitas roster
Walau TLID gagal mencapai grand final, beberapa anggota tim meraih pengakuan individu. Drichel mendapat penghargaan Rookie of the Season, sedangkan Kevin meraih Most Improved Player. Aran masuk First Team Winner, sementara Kevin dan Lyoni masuk Second Team Winner. Tim kepelatihan TLID juga meraih penghargaan Best Coaching Team.
Rangkaian penghargaan tersebut menunjukkan bahwa kekuatan TLID tersebar di beberapa posisi. Tim memiliki EXP laner yang stabil, jungler yang berkembang, mid laner muda dengan pengaruh besar, dan roamer yang mampu mendukung permainan objektif.
Data statistik resmi S17 mencatat TLID menghasilkan 532 kill, 582 death, 1.383 assist, 44 Lord, 61 Turtle, dan 228 turret sepanjang kompetisi. Angka itu mencakup perjalanan kompetitif TLID pada musim tersebut dan menggambarkan tingginya aktivitas mereka dalam team fight serta perebutan objektif.
Namun, jumlah death yang lebih tinggi daripada kill juga memberi catatan. TLID perlu meningkatkan kualitas keputusan ketika memasuki team fight dan menghindari pertukaran yang tidak menguntungkan. Kualitas eksekusi tersebut bisa menentukan jarak antara tim empat besar dan kandidat juara.
Perubahan Penting Team Liquid ID untuk MPL ID S18
TLID tidak melakukan revolusi. Organisasi memilih mempertahankan inti utama sambil mengubah dua bagian yang berpotensi memperluas pilihan strategi.
Keven mengambil tanggung jawab di gold lane
Masuknya Keven menjadi perubahan terbesar karena gold laner memegang peran penting dalam menghasilkan damage pada fase menengah dan akhir. Keven perlu membangun koordinasi dengan Lyoni dan Kevin, terutama ketika TLID ingin mengamankan Turtle awal atau mengalihkan tekanan menuju gold lane.
Tantangan utamanya bukan hanya mekanik. Keven harus memahami kapan TLID ingin mempercepat permainan dan kapan tim perlu menjaga sumber daya untuk fase akhir. Bila proses adaptasi berjalan cepat, TLID bisa mendapatkan sumber damage yang lebih konsisten.
Sebaliknya, bila komunikasi antara gold lane dan lini depan belum rapi, lawan dapat menyerang sisi peta tersebut sejak fase awal. Tim seperti ONIC, Bigetron by Vitality, dan EVOS memiliki potensi untuk menguji koordinasi baru TLID.
Anaver menambah pilihan di mid lane
Kehadiran Anaver memberi staf pelatih alternatif untuk posisi mid lane. Walau Drichel tampil impresif pada S17, opsi kedua memungkinkan TLID mengubah karakter permainan tanpa mengganti terlalu banyak bagian.
Drichel membawa modal besar setelah meraih Rookie of the Season pada S17. Karena itu, Anaver kemungkinan harus menawarkan profil hero, pendekatan rotasi, atau gaya team fight yang berbeda agar pergantian pemain memberi nilai taktis.
Kompetisi internal juga dapat menjaga performa mid lane. Namun, staf pelatih perlu mengelola rotasi secara jelas agar pergantian pemain tidak mengganggu komunikasi tim.
Tugas Honjaw menjaga kesinambungan tim
Honjaw tetap menjadi head coach, sedangkan Facehugger menjalankan peran analis. Stabilitas ini memberi TLID kesempatan untuk melanjutkan sistem yang membawa mereka finis kedua pada regular season lalu.
Dalam kompetisi panjang, kesinambungan staf dapat membantu tim membaca perkembangan meta dan mengevaluasi kelemahan dengan lebih cepat. Posisi pelatih tetap penting, terlebih beberapa organisasi pesaing juga mengubah susunan staf. Salah satu dinamika tersebut dapat pembaca lihat dalam artikel perjalanan Coach Khezcute bersama RRQ.
Analisis Performa Team Liquid ID di MPL ID S18
MPL ID S18 berlangsung mulai 14 Agustus 2026. TLID baru menjalani pertandingan pertamanya melawan Geek Fam pada 15 Agustus 2026. Dengan demikian, belum ada hasil pertandingan S18 yang dapat menjadi dasar evaluasi performa aktual saat artikel ini dibuat pada 8 Agustus 2026.
Analisis untuk musim ini perlu berbentuk proyeksi. Proyeksi tersebut bertumpu pada kekuatan roster, hasil S17, kontinuitas staf, perubahan pemain, dan tingkat kesulitan jadwal awal.
Kekuatan utama TLID
Kekuatan pertama terletak pada inti tim yang stabil. Aran, Kevin, Drichel, dan Lyoni sudah memahami pola rotasi satu sama lain. TLID tidak perlu mengajarkan seluruh sistem dari awal.
Kekuatan kedua muncul dari kemampuan bermain objektif. Perolehan 44 Lord dan 61 Turtle pada S17 menunjukkan bahwa TLID aktif memperebutkan sumber daya penting di peta.
Kekuatan ketiga datang dari kualitas individu. Penghargaan untuk Aran, Kevin, Drichel, dan Lyoni memberi bukti bahwa TLID tidak bergantung pada satu pemain saja.
Risiko yang perlu TLID atasi
Risiko pertama berasal dari adaptasi Keven. Gold laner baru perlu menyatu dengan ritme jungler dan roamer. Kesalahan kecil ketika mengatur jalur minion atau mengambil posisi dalam team fight dapat mengurangi damage tim secara signifikan.
Risiko kedua berkaitan dengan kedalaman strategi. Kekalahan 0 lawan 3 pada pertandingan terakhir S17 menunjukkan bahwa TLID membutuhkan jawaban yang lebih banyak ketika lawan berhasil mematahkan rencana utama.
Risiko ketiga muncul dari pergantian mid laner. Dua pilihan memberi keuntungan taktis, tetapi rotasi yang terlalu sering dapat menghambat pembentukan chemistry. TLID perlu memakai Anaver berdasarkan kebutuhan draft, bukan sekadar untuk menciptakan kejutan.
Jadwal awal menjadi ujian adaptasi
TLID memulai S18 dengan menghadapi Geek Fam pada 15 Agustus, lalu Dewa United Esports pada 16 Agustus. Pada pekan kedua, TLID bertemu Natus Vincere pada 21 Agustus dan EVOS pada 22 Agustus. Pertemuan melawan ONIC hadir pada 29 Agustus 2026.
Rangkaian tersebut memberi TLID waktu yang relatif singkat untuk menyempurnakan komunikasi roster baru. Pertandingan melawan Geek Fam langsung menguji TLID karena tim tersebut mencapai posisi ketiga pada playoff S17. Setelah itu, duel melawan ONIC dapat menjadi tolok ukur paling jelas untuk melihat jarak TLID dengan tim papan atas regular season sebelumnya.
Peluang Team Liquid ID Menjadi Penantang Gelar
Berdasarkan performa S17 dan susunan roster terbaru, Team Liquid ID layak masuk kelompok kandidat playoff MPL ID S18. Target empat besar juga cukup realistis karena tim mempertahankan mayoritas pemain yang membawa TLID finis kedua pada regular season lalu.
Peluang menuju grand final akan bergantung pada tiga faktor. Keven harus memberi damage yang stabil, Kevin perlu mempertahankan perkembangan sebagai jungler, dan staf pelatih wajib menyediakan variasi draft ketika lawan menutup strategi utama.
TLID sudah menunjukkan bahwa mereka mampu bersaing selama regular season. Kini tantangan terbesar bukan lagi sekadar mengamankan playoff, melainkan membawa kualitas permainan tersebut ke pertandingan eliminasi.
Jika chemistry Keven terbentuk dengan cepat dan opsi Anaver memberi variasi nyata, TLID dapat berkembang dari tim empat besar menjadi penantang gelar. Namun, bila masalah adaptasi mengganggu fase awal musim, persaingan menuju upper bracket bisa berlangsung jauh lebih ketat.
Roster Team Liquid ID MPL ID S18 menawarkan kombinasi stabilitas dan penyegaran. Fondasinya sudah tersedia. Jawaban sesungguhnya akan terlihat ketika TLID mulai menghadapi tekanan dalam jadwal regular season sejak 15 Agustus 2026.